Petuah

ٱلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ ٱللَّٰهِ وَبَرَكَاتُهُ "Jika kamu tidak sanggup menahan lelahnya belajar maka kamu harus sanggup menahan perihnya kebodohan" - Imam Syafi'i ___ اللّٰهُ الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا مِنْكُمْۙ وَالَّذِيْنَ اُوْتُوا الْعِلْمَ دَرَجٰتٍۗ Al Mujadalah ayat 11: Allah akan mengangkat (derajat) orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu beberapa derajat

Friday, November 28, 2025

Self Esteem & Self acceptance Unesa 28 November 2025
















 Di tengah perjalanan hidup yang tak selalu mudah ditebak, kita sering lupa bahwa diri ini adalah rumah pertama yang harus dirawat. Pada hari yang penuh kehangatan ini, 28 November 2025, Mahasiswa Unesa merayakan momen spesial untuk kembali menyapa diri—melalui tema Self Esteem & Self Acceptance. Kehangatan itu terasa semakin lengkap ketika enam mahasiswa Unesa hadir di tengah adik-adik panti untuk berbagi ilmu dan cinta yang tulus. Mereka adalah: M. Mirza Akbar Dziil Syahma, Danisha Sahnon Radina, Najwa Hidayatul Fajrin, Daffa Aghna Hafizha, Anisa Nazwa Karlina, Putu Meisya Tiarani Putri. Dengan langkah yang penuh semangat dan hati yang terbuka, mereka datang ke panti untuk memberikan edukasi tentang bagaimana mencintai diri sendiri, menghargai setiap proses, dan memahami bahwa setiap anak memiliki keunikan yang membuatnya istimewa. Mereka mengajak adik-adik untuk melihat diri bukan dari kekurangan, tetapi dari keberanian yang sudah dimiliki selama ini.

Dalam ruang yang penuh cerita, senyum, dan kehangatan, enam mahasiswa ini menemani adik-adik mengenal dua hal penting dalam hidup: *Self Esteem*, yang mengajarkan bahwa diri sendiri pantas dihargai, dan *Self Acceptance*, yang mengajarkan bahwa menerima diri apa adanya adalah langkah pertama menuju kebahagiaan.

Hari itu, di antara tawa dan pandangan penuh harapan, kita semua diingatkan bahwa setiap langkah kecil pernah menjadi bukti keberanian. Bahwa menerima diri bukan berarti berhenti berkembang, melainkan memahami bahwa kita layak dicintai bahkan saat masih belajar. Tidak ada yang berjalan sendirian; setiap orang membawa luka sekaligus kekuatannya masing-masing.

Semoga kebersamaan ini menjadi ruang untuk memeluk diri sendiri sedikit lebih erat, memberikan maaf untuk masa lalu, menghargai diri yang terus bertahan, dan menumbuhkan harapan untuk hari-hari yang akan datang. Dan semoga adik-adik panti pulang dengan hati yang lebih ringan, keyakinan yang lebih besar, serta cinta yang lebih dalam kepada diri mereka sendiri. Karena pada hari ini, Unesa bukan hanya berbagi ilmu, tetapi juga merayakan jiwa—dengan manis, hangat, dan penuh penerimaan.


No comments:

Post a Comment