Senin, 1 September 2025
Menjelang pukul sepuluh, dapur kembali riuh. Kali ini bukan untuk makan besar, tapi untuk camilan istimewa—pisang goreng! Pisang yang sudah matang sempurna dibalut tepung tipis, lalu digoreng hingga renyah di luar dan lembut manis di dalam. Anak-anak berkumpul di sekitar dapur, menunggu giliran mereka mendapatkan satu atau dua potong pisang goreng hangat. Beberapa bahkan membantu membungkus dan menyusun di nampan. Suasana jadi penuh kehangatan dan kebersamaan, sederhana namun bermakna.
Siang harinya, makan siang terasa begitu nyaman. Sop hangat berisi potongan sayur segar dan daging disajikan bersama perkedel kentang yang empuk dan gurih. Meja makan dipenuhi cerita dan tawa kecil, tanda perut kenyang dan hati senang.
Malam pun tiba, dan dapur menutup hari dengan hidangan yang tak kalah istimewa—kari rempelo ati. Kaya rempah dan gurihnya santan, kari ini disajikan hangat dengan nasi. Anak-anak makan dengan tenang, menikmati setiap rasa yang tersaji, sebelum akhirnya bersiap untuk tidur.
Hari ini bukan sekadar tentang makanan, tapi tentang cinta yang tumbuh dari dapur. Dari tongkol goreng tepung di pagi hari, pisang goreng hangat di sela waktu, hingga kari rempelo ati yang menutup hari, semuanya hadir bukan hanya untuk mengenyangkan, tapi juga untuk memeluk hati dengan kasih sayang.

















